Mahasiswa Kehutanan UGM Memenangkan Lomba Kartun Editorial di event ketiga Asia Pacific Forestry Week 2016
By Admin: Sabtu, 19 Maret 2016 Kategori: Berita
Asia Pacific Forestry Week merupakan salah satu event pertemuan kehutanan terbesar dan terpenting di regional Asia-Pacific dimana event ini diadakan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) beserta rekan-rekannya.  APFW 2016 yang berlangsung pada tanggal 22-26 Februari, di Clark Freeport Zone, Pampanga, Philippines akan menjadi event ketiga Asia-Pacific Forestry Week setelah sebelumnya diadakan di Hanoi, Vietnam April 2008 dan di Beijing, China, November 2011. Masing-masing even telah mengundang banyak minat hingga mencapai lebih dari 700 orang yang berasal dari institusi pemerintah, kelompok masyarakat sipil, organisasi berbasis berbasis riset dan pengembangan diri, swasta, dan organisasi lintas negara. Tahun ini, dalam rangka untuk memeriahkan event ini, FAO mengadakan 3 lomba internasional yang terdiri dari lomba fotografi, kartun editorial, dan membuat puisi.
 
 
Michael Jose Mairing (tengah)
 
Seorang mahasiswa semester 6, Michael Jose Mairing, dari Fakultas KehutananUniversitas Gadjah Mada , telah memenangkan lomba kartun editorial APFW 2016. Didasarkan pada tema APFW 2016 yaitu “Growing Our Future” (Tumbuhkan Masa Depan Kami). Gambar kartun yang dibuat Jose telah memberikan pesan yang jelas tentang pendapatnya terhadap isu kehutanan Asia-Pacific saat ini, dengan karyanya yang berjudul “Protect Our Future” (Lindungi Masa Depan Kami).
 
“Protect our Future” oleh Michael Jose Mairing
 
Dengan sengaja, Jose terinspirasi dari tema APFW 2016 itu sendiri dengan membuat sebuah gambar kartun yang mewakili 2 masalah kehutanan  terbesar, masalah kehutanan global yang sering kita dengar di berita (seperti isu perubahan iklim, industrialisasi, pengembangan lahan, penurunan areal hutan, dan korupsi) dan juga peran dari generasi muda yang sering terlupakan.

‘Kita sebagai generasi sekarang harus menyadari bahwa kita tidak hanya menghadapi masalah kehutanan saja, tetapi kita juga akan menghadapi generasi muda yang kelak akan mewariskan seluruh masalah kehutanan kita” terang Jose pada saat ia menjelaskan arti gambarnya di depan pengunjung ruang pameran seni APFW.
Lalu ada sebuah cerita lucu pada saat Jose menjelaskan arti gambarnya. Sebagian besar orang Indonesia yang melihat gambar kartun Jose dapat menduga arti gambar tikus yang ada di karya Jose digambarkan sebagai budaya korupsi di sektor kehutanan, namun bagi orang Filipina harus berpikir dua kali karena dalam budaya mereka korupsi digambarkan sebagai gambar buaya.
 
“Apakah tujuan kamu menggambar seorang anak kecil di pojok gambar ini?” Tanya seorang pengunjung dari Filipina.
“Yang saya ingin jelaskan disini bahwa kesuksesan kita untuk menyelesaikan masalah kehutanan akan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini dan juga usaha kita untuk meningkatkan kepedulian generasi muda di masa depan. Tidak hanya menumbuhkan saja, namun juga melindungi harapan mereka!”  jawab Jose.





  • Follows Us